MANADO, TS – Bawaslu Kota Manado menggelar rapat fasilitasi teknis penanganan pelanggaran tahapan pengadaan dan distribusi logistik. Kegiatan ini dibuka oleh anggota Bawaslu Kota Manado Heard Runtuwene dan Abdul Gafur Subaer.
Pada kesempatan tersebut, dalam sambutan pembuka Heard Runtuwene menjelaskan bahwa Bawaslu Kota Manado sangat fokus pada tahapan pengadaan dan distribusi logistik ini.
“Mulai dari perencanaan dan penentuan kebutuhan pengadaan, penyimpanan. Penyaluran dan pemeliharaan, serta penghapusan material atau alat-alat,” Ujar Runtuwene pada rapat fasilitasi yang digelar di Quality Hotel, Senin (20/11-2023).
Sementara itu, Abdul Gafur Subaer dalam kesempatannya menekankan bahwa tahapan terkait dengan logistik ini akan diawasi ketat.
Dirinya pun berharap peran serta semua pihak untuk mengawal kesiapan logistik sampai pada pendistribusian serta nantinya dikembalikan setelah pelaksanaan Pemilu.
“Ini penting. Maka dari itu, pengawasan ketat akan dilakukan oleh Bawaslu,” Ujarnya.
Dirinya pun menambahkan bahwa saat ini logistik awal sudah ada. Dan lokasi penyimpanan logistik berada di Politeknik Negeri Manado.
“Sekarang pun di Politeknik sudah dijaga ketat. Kami (Bawaslu) sudah memberi jadwal kepada tim untuk terus mengawasi lokasi. Dan untuk surat suara sementara dicetak,” Tambahnya sambil berharap peran Pers untuk mengawal tahapan ini agar tidak ada celah pelanggaran nantinya.
Adapun dalam kegiatan tersebut, Dr. Viktori Rotty dan Mantan Komisioner KPU Kota Manado Yusuf Wowor juga memberikan materi tentang logistik. Dalam materi keduanya membeberkan permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi dalam tahapan logistik. Mereka pun berharap penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu dapat meminimalisir atau mencegah sehingga tidak terjadi pelanggaran dalam tahapan tersebut. (Falen)







