MANADO, TS – Pimpinan Rektorat Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) melakukan klarifikasi atas isu kebocoran hasil seleksi mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) Ilmu Bedah.
Hal itu disampaikan saat konferensi pers yang berlangsung di Kantor Pusat Unsrat, Selasa (23/7/2024)
Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ralfie Pinasang, menegaskan informasi tersebut tidak benar.
“Informasi itu tidak benar. Atas nama Rektor, kami melakukan klarifikasi terhadap isu tersebut,” ujar Ralfie
Seleksi PPDS-1 Ilmu Bedah dilaksanakan pada 2 hingga 4 Juli 2024 di Gedung Serba Guna Rumah Sakit Kandouw.
Hasil seleksi yang bersifat rahasia ini dikabarkan bocor pada 16 Juli 2024, sebelum diumumkan secara resmi.
Rektor kemudian membentuk tim penyelidik, yang setelah melakukan investigasi, menyimpulkan bahwa tidak ada kebocoran.
“Kepala Bagian Bedah dan Kepala Program Studi (Kaprodi) telah dilakukan klarifikasi. Pada tanggal 17 Juli, tim tidak menemukan adanya kebocoran,” tegasnya.
Kemudian, pada 23 Juli, hasil seleksi PPDS Ilmu Bedah diumumkan lewat surat keputusan Rektor, sesuai dengan hukum yang berlaku.
Dimana seleksi yang dilakukan Kaprodi dan Kabag sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
PPDS Ilmu Bedah diikuti oleh 27 peserta, dan hasil seleksi diumumkan pada 23 Juli 2024.
Hadir juga keempat Wakil Rektor lainnya, yakni Bidang Akademik, Arthur G Pinaria, Bidang Umum dan Keuangan Royke I. Montolalu, dan Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Billy J. Kepel serta dimoderatori oleh Humas Unsrat, Philep Regar. (Redaksi)






