Ibadah Bersama Rudenim Manado, Pelayan Firman Ajak Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

SULUT, TS – Menjadi program keluarga besar Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado menggelar ibadah oikumene bagi umat Kristiani. Ibadah ini diharapkan dapat membina mental dan spiritual bagi pegawainya.

Sama seperti ibadah yang dilakukan, Senin (6/11-2023).
Ibadah yang dilaksanakan bertempat di Gereja Oikumene Rudenim Manado ini dipimpin langsung oleh Pdt. Yanry Kodongan dan diikuti oleh Seluruh Pegawai Rumah Detensi Imigrasi Manado yang beragama Kristen.

Dalam Khotbahnya Pdt. Yanry Kodongan mengutip ayat Alkitab yang terdapat pada matius 6 ayat 25-34 yang berbunyi “Karena itu Aku berkata kepadamu Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian,” Kutip Pendeta.

Dalam khotbahnya Pendeta menekankan serta mengajak kepada seluruh jajaran untuk bisa bekerja dan memberikan pelayanan dengan sebaik mungkin kepada masyarakat.

”Harus menjadi fungsi dan manfaat sebagai manusia apalagi sebagai pegawai Kemenkumham harus benar benar bekerja dengan bisa menegakan hukum dan Hak Asasi Manusia karena negara menjamin kebebasan beragama bagi setiap masyarakat,” ujarnya.

“Mari kita bekerja dengan menyenangkan hati Tuhan biar apapun yang kamu kerjakan akan dapat berkat dari Tuhan karena kemuliaan Tuhan benar benar datang kepada hidup kita yang benar benar mencari dan mau,” tutupnya

Sementara itu Kepala Rumah Detensi Imigrasi Manado, Paulus Hananto Kuscahyono membeberkan tujuan dari ibadah ini

”Pelaksanaan Ibadah persekutuan Oikumene dimaksudkan untuk membina sikap dan mental kerohanian pegawai yang beragama Kristen di Rumah Detensi Imigrasi Manado, dan bertujuan agar terciptanya suasana yang harmonis dalam kerukunan atara umat beragama,” Ucap Hananto. (Falen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *