Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Support Penuh RAPBN 2026 Yang Disampaikan Presiden Prabowo

SULUT, TS – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Prabowo membeberkan alokasi anggaran di APBN 2026 terhadap program yang menjadi agenda prioritasnya.

Dalam penyampaian nota pengantar keuangan APBN 2026, Prabowo memaparkan sejumlah skala prioritas dalam penganggaran dalam kantong APBN. Salah satu prioritas antara lain di bidang pendidikan dan kesehatan,

“Kita bangun generasi unggul anak-anak kita melalui makan bergizi gratis. Generasi unggul lahir dari tubuh yang sehat dengan gizi terpenuhi. Kita hilangkan stunting dalam waktu yang secepat-cepatnya. Program makan bergizi gratis setelah dilaksanakan di seluruh provinsi dan terus dibangun agar menjangkau seluruh pelosok negeri. Mbg kita targetkan mampu menjangkau 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan balita akan menerima manfaat asupan gizi optimal melalui satuan pelayanan pemenuhan gizi yang dibangun di seluruh pelosok negeri” kata Prabowo dalam kesempatan tersebut.

Lanjut Prabowo, Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mencetak SDM unggul yang berdaya saing global. Pendidikan adalah instrumen untuk memberantas kemiskinan. Pemerintah berkomitmen memenuhi anggaran pendidikan 20% yaitu sekitar Rp 757,8 triliun untuk tahun 2026.

“Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi siswa dan mahasiswa dengan program Indonesia pintar untuk 21,1 juta siswa. KIP kuliah untuk 1,2 juta mahasiswa. Dan peningkatan kualitas fasilitas sekolah, kampus dialokasikan sebesar Rp 150,1 triliun. Untuk gaji guru penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru serta dosen dialokasikan sebesar Rp 178,7 triliun. Tunjangan profesi guru non PNS dan tunjangan profesi guru ASN daerah disiapkan secara memadai” sambungnya.

Sementara untuk kesehatan anggaran dipusatkan memperkuat efektivitas dan memperluas akses layanan asuransi kesehatan dengan program jaminan kesehatan nasional. Anggaran kesehatan kita utamakan untuk meringankan beban masyarakat, merevitalisasi rumah sakit, mempercepat penurunan stunting, memberi bantuan gizi untuk balita dan ibu hamil, mengendalikan penyakit menular, menurunkan TBC tuberkulosis melaksanakan cek kesehatan gratis.

“Setiap tahun pemerintah menanggung sepenuhnya biaya asuransi kesehatan bagi 96,8 juta jiwa masyarakat miskin dan rentan. Secara keseluruhan anggaran kesehatan tahun 2026 dialokasikan Rp 244 triliun” kata Prabowo.

Menanggapi itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulawesi Utara Louis Schramm mengatakan, RAPBN 2026 yang disampaikan Presiden adalah komitmen dari pemerintahan Prabowo yang memprioritaskan rakyat.

“Itu tentunya wujud dari komitmen Pak Presiden untuk masyarakat, pendidikan dan kesehatan, 700an Triliun rupiah untuk pendidikan, demi generasi penerus yang unggul, ini yang terbesar sepanjang sejarah NKRI. Namun kita mesti lebih waspada dimana anggaran pendidikan harus tepat sasaran, karna Presiden ingin tingkatkan kualitas guru, perkuat pendidikan vokasi, selaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja” kata Schramm yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut.

Legislator dapil Kota Manado itu juga menambahkan, di tahun 2026 pemerintah menyiapkan beasiswa bagi siswa dan mahasiswa dengan program Indonesia pintar untuk 21,1 juta siswa. KIP kuliah untuk 1,2 juta mahasiswa. Dan peningkatan kualitas fasilitas sekolah, kampus dialokasikan sebesar Rp 150,1 triliun. Untuk gaji guru penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru serta dosen dialokasikan sebesar Rp 178,7 triliun. Tunjangan profesi guru non PNS dan tunjangan profesi guru ASN daerah disiapkan secara memadai.

“Pendidikan dan kesehatan, ini wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat, mari bersama kita kawal semua program ini demi kesejahteraan rakyat” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *