Ketua Komisi IX DPR RI dan BKKBN Sosialisasi Stunting di Tondano

SULUT, TS – Stunting atau kekurangan gizi pada anak yang mengakibatkan gagal atau terlambat tumbuh pada anak terus disosialisasikan oleh Komisi IX DPR RI. Kegiatan ini pun bekerjasama dengan BKKBN.

Di Tondano Barat Minahasa, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene dan BKKBN melakukan sosialisasi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) Program Bangga Kencana.

Diharapkan, kegiatan ini dapat bertujuan untuk menekan angka stunting di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara dan Minahasa.

Ratusan peserta terundang dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mengatakan, sosialisasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program Bangga Kencana bersama mitra kerja ini merupakan salah satu program BKKBN dalam mengentaskan stunting. Stunting ini merupakan kondisi kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (sejak kehamilan hingga bayi berusia 2 tahun).

“Kondisi ini menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Karena mengalami kekurangan gizi menahun, balita yang mengalami stunting akan tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita umumnya,” tutur Felly.

“Untuk mengentaskan stunting ini diperlukan kerjasama semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah,” ucap dia.

Ditempat yang sama, Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya dari Direktorat KIE BKKBN Pusat, Samsul SE dalam penjelasannya mengingatkan Ibu-ibu dan seluruh peserta yang hadir pada acara sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama mitra kerja tentang pentingnya memberikan ASI Eksklusif pada bayi untuk menghindarkan stunting.

“ASI merupakan asupan dengan kandungan nutrisi terlengkap dan terbaik bagi bayi sampai usia 6 bulan (pemberian ASI Eksklusif) dan setelahnya diberikan makanan pendamping sampai bayi berumur dua tahun. Setelah itu pemberian ASI dihentikan karena sudah tidak mencukupi kebutuhan nutrisi bagi tumbuh kembang anak yang semakin besar,” Jelasnya.

Perwakilan BKKBN provinsi Sulut Irma Tulungen, S.Psi, M.Kes mengungkapkan kegiatan sosialisasi KIE Bangga Kencana ini bertujuan memperkuat komitmen dan sinergitas dengan mitra strategis. Mitra atau stakeholder ini akan mendukung percepatan penurunan stunting secara efektif, konvergen dan terintegrasi sebagai langkah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan penyebab dari stunting.

Program Bangga Kencana sendiri merupakan akronim dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana, yang menjadi salah satu program unggulan dari BKKBN.

“Bangga Kencana menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan serta berfokus mewujudkan keluarga yang berkualitas,” imbuhnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *