SULUT, TS – Program job fair yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Utara mendapat perhatian dari DPRD Sulut. Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, Cindy Wurangian, menilai program tersebut sudah berjalan dengan baik. Meski demikian, ia menekankan perlunya pemantapan lebih lanjut agar program ini lebih efektif dalam menjembatani kebutuhan pencari kerja dan dunia usaha.
Catatan tersebut disampaikan Cindy Wurangian dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Sulut bersama Disnakertrans Sulut di ruang rapat Komisi IV, baru-baru ini.
Tantangan Sinkronisasi Waktu
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, salah satu kendala utama dalam pelaksanaan job fair selama ini adalah masalah sinkronisasi waktu antara perusahaan yang membuka lowongan dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
“Program job fair ini sebenarnya sangat baik, tetapi perlu dipertajam lagi. Pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sering kali tidak berada di waktu yang sama,” ujar Cindy.
Cindy kemudian membandingkan sistem job fair dengan kegiatan university fair bagi lulusan SMA yang memiliki jadwal pendaftaran lebih terstruktur dan terjadwal jelas.
Kondisinya berbeda dengan dunia kerja, di mana kebutuhan reguler perusahaan bisa muncul sewaktu-waktu. Di sisi lain, para pencari kerja juga memiliki situasi yang dinamis, seperti mereka yang baru saja keluar dari pekerjaan lama dan sedang berburu tempat kerja baru.
“Terkadang perusahaan sudah membutuhkan tenaga kerja sekarang, tapi pencari kerja belum siap. Atau sebaliknya, pencari kerja sedang membutuhkan pekerjaan tapi belum ada informasi lowongan yang sesuai,” jelasnya.
Disnaker Sebagai Wadah yang Kredibel
Untuk mengatasi celah tersebut, Cindy mendorong Disnakertrans Sulut agar memperkuat sistem basis data (database) pencari kerja yang valid dan siap diakses kapan saja oleh perusahaan yang membutuhkan.
“Kalau perusahaan membutuhkan tenaga kerja, apakah bisa langsung menghubungi Disnaker yang datanya sudah tersedia dan tersaring?” tanyanya dalam forum tersebut.
Ia menambahkan, peran Disnakertrans sangat krusial sebagai lembaga penyalur tenaga kerja yang kredibel, terutama di tengah maraknya info lowongan kerja yang tidak terfilter dengan baik di jagat maya.
“Sekarang banyak lowongan kerja di Facebook, tapi belum tentu tersaring. Kita tidak tahu apakah pencari kerja serius atau tidak. Kalau lewat Disnaker tentu lebih terarah dan datanya lebih jelas,” tegasnya.
Tanggapan Disnakertrans Sulut
Menanggapi masukan tersebut, Kepala Disnakertrans Sulut, Noldy Salindeho, menjelaskan bahwa pihaknya sejauh ini rutin menginformasikan setiap ada lowongan kerja baru melalui situs resmi dan akun media sosial instansi.
“Setiap ada lowongan kerja, kami langsung upload di media sosial Disnaker supaya bisa diakses masyarakat pencari kerja,” jelas Salindeho.
Lebih lanjut, Salindeho memaparkan bahwa pada tahun 2026 ini, Disnakertrans Sulut kembali mengagendakan pelaksanaan job fair dengan menggandeng sejumlah perusahaan, termasuk memperluas jangkauannya hingga ke wilayah kabupaten kepulauan.
“Untuk Agustus nanti kami sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang akan ikut dalam job fair,” tambahnya.






