Refleksi Ibadah Puncak HUT GMIM ANUGERAH TINGKULU: Gereja Harus Mau Dibersihkan

Featured457 views

Manado, TS – Sudah dua puluh empat (24) tahun Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Jemaat Anugerah Teling Tingkulu Lembah berdiri. Punya tugas pelayanan Bersekutu, Bersaksi dan Melayani Tuhan lewat jemaatnya di tengah-tengah hidup bernegara.

Yohanes 15:1-8 Pokok Anggur Yang Benar menjadi refleksi Firman untuk ibadah puncak HUT jemaat kali ini. Gereja yang terletak di Tingkulu Lembah Kota Manado ini harus terus menjawab tugas panggilan gerejaNya, bertitik tolak pada perenungan. Gereja ditegaskan harus mau dibersihkan dari cara-cara hidup yang tidak mencerminkan kehendak Tuhan Sang Kepala Gereja. Gereja mau dibersihkan dari praktek-praktek keegoisan, kesombongan serta segala macam bentuk kelalaian tugas panggilannya.

Ketua Jemaat Pdt. Yuri Ferry Kuhon, M.Th yang menjadi pelayan Firman menyebut bahwa perjalanan 24 tahun jemaat menjadikan jemaat Tuhan ini makin Kuat, kokoh dan dewasa.

Gereja harus menggumuli tugas gereja sebagai Eklesia. Dalam kerangka bersaksi bersekutu dan melayani. Tapi juga mengakui masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.

Jemaat adalah ajaran Kristus yang nampak dalam panggilan bermasyarakat sebagaimana yang Tuhan kehendaki yaitu untuk menghasilkan buah.

Di Hut ke 24 jemaat terus diajak menjadi gereja yang sehat serta berbuah bagi kemuliaan nama Tuhan.

“Ada gereja yang tidak sehat, gereja yang hanya memprioritaskan uang, gereja yang tidak mengatur dengan baik pelayanannya dan gereja yang pelayan khususnya tidak mencerminkan pelayan. Itu gereja yang sakit,” Tegas Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat ini dalam khotbahnya, Minggu (5/2-2023).

Ditambahkannya bahwa Ditengah-tengah perubahan dunia saat ini, gereja harus sehat dan menampakan buah-buah rohani. Memperhatikan bahwa hakekat gereja itu sebenarnya, adalah menyadari gereja ada di dunia tapi tidak berasal dari dunia. Tuhan yang mengadakannya. Gereja juga harus siap menjadi yang terkecil tapi memiliki nilai yang luar biasa. Tidak Egois dan sombong.

“Karena dia (gereja) tau, dia ada dan hidup karena Tuhan. Tuhan Allah membersihkan bukan memotong sehingga buahnya semakin banyak. Jangan sampai gereja seperti ranting-ranting yang kering yang kemudian dipotong lalu dibuang,” Sentilnya dalam khotbah.

Baca Juga: 

Karena itu, Pdt mengharapkan jemaat bersyukur atas 24 tahun perjalanan gereja. Begitu banyak cara yang Tuhan ijinkan hadir dalam pekerjaan pelayanan ini. Baik para pendeta yang pernah melayani di jemaat, penatua dan diaken yang bekerja untuk pelayanan Tuhan. Adapun, gereja juga hadir melalui pendidikan yang didalamnya Paud TK GMIM Anugerah.

Selebihnya diharapkan pertumbuhan iman makin meneguhkan jemaat dalam bersaksi, bersekutu dan melayani Tuhan.

“Mari bertumbuh dalam firman, untuk menjadi ranting-ranting yang berbuah,” Imbuhnya.

Sementara itu, dalam sambutan ketua tim kerja HUT Jemaat Dr. Florens S.T Panungkelan, SE., M.Pd, awalnya menuturkan sejarah singkat GMIM Anugerah Teling Tingkulu Lembah. Bahwa gereja ini berdiri mandiri ke 725 sebagai gereja di lingkup GMIM. Berdiri atas pemekaran dari GMIM Betania Teling Tingkulu dan menjadi gereja yang bertumbuh dengan memiliki satu gedung gereja, satu Paud dan TK dan 3 Pastori serta aset penunjang lainnya.

Selanjutnya, Bendahara Wilayah Manado Teling ini mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dalam acara puncak kali ini. Setelah sebelumnya tidak bisa melaksanakan acara HUT di tahun-tahun sebelumnya karena covid19, saat ini dengan kebersamaan dan dalam rasa rukun dan damai ibadah puncak kali ini bisa terlaksana.

“Mari bertekad menjadi jemaat yang dewasa dalam iman, semakin mendekatkan diri dan takut akan Tuhan yang adalah pokok anggur. Selebihnya atas nama tim kerja menyampaikan selamat HUT ke 24, Tuhan terus menolong jemaat ini mulai hari ini dan seterusnya. Tuhan dimuliakan,” Ucap Florens yang juga merupakan bendahara jemaat.

Hadir dalam ibadah ini, mewakili Gubernur Sulawesi Utara Daniel Mewengkang, Anggota DPR RI Adriana Dondokambey, mewakili Walikota Manado Steven Tumiwa dan tamu undangan serta jemaat dan masyarakat. (Falen)

Baca Juga:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar