MANADO, TS – Babak baru kebangkitan pengusaha perempuan di Bumi Nyiur Melambai resmi bergulir. Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Utara, drg. Hizkia Sembel, secara resmi melantik jajaran pengurus Badan Semi Otonom (Basnom) Womenpreneur HIPMI Sulut periode 2026-2028. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Hotel Swiss-Belhotel Manado, Jumat (1/5/2026) malam.
Nakhoda Womenpreneur HIPMI Sulut kini dipercayakan kepada Hillary Julia Tuwo (HJT) sebagai Ketua Umum. Sosok legislator muda Sulut yang dikenal vokal dan inspiratif ini akan didampingi oleh jajaran pengurus teras: Vilia Theressa Angow (Wakil Ketua Umum), Natalie Angela Sandra Wewengkang (Sekretaris Umum), dan Harini Sondakh (Bendahara Umum).
Kepemimpinan Hillary dinilai sebagai langkah taktis dan strategis bagi roda organisasi. Pengalamannya sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara sekaligus komitmennya yang kuat dalam pemberdayaan perempuan dan ekonomi kreatif diyakini mampu membawa dampak signifikan.
Saat memberikan keterangan pers, Hillary menekankan bahwa kehadiran organisasi ini bukan sekadar pemanis atau agenda seremonial semata. Lebih dari itu, Womenpreneur HIPMI Sulut merupakan motor penggerak agar perempuan di daerah ini lebih berani dan percaya diri mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi regional.
“Kehadiran Womenpreneur adalah semangat baru. Di Sulawesi Utara, selisih perempuan dan laki-laki di dunia profesional hanya dua persen. Artinya, perempuan kita sangat mandiri,” ujar HJT penuh optimisme.
Data tersebut menjadi landasan kuat bagi Hillary bahwa perempuan Sulut memiliki daya saing tinggi untuk menjadi pilar ekonomi modern.
Guna mewujudkan hal tersebut, di bawah komando HJT, Womenpreneur HIPMI Sulut telah merancang serangkaian program kerja strategis. Fokus utamanya meliputi peningkatan kapasitas (capacity building), pelatihan kewirausahaan, hingga membuka akses jejaring bisnis yang lebih luas.
Sektor ekonomi kreatif yang kini menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi baru akan menjadi salah satu perhatian utama. Organisasi ini diproyeksikan menjadi wadah inkubasi bagi pengusaha perempuan agar mampu meningkatkan skala bisnis mereka, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Womenpreneur harus menjadi ruang tumbuh bersama. Kita ingin perempuan Sulut tidak hanya menjadi pelaku usaha biasa, tetapi mampu menjadi pemimpin ekonomi yang menciptakan lapangan kerja dan membawa dampak luas bagi masyarakat,” ungkap Hillary yang juga Anggota DPRD Sulut Dapil Bitung-Minut.
Menariknya, posisi Hillary sebagai anggota parlemen juga menjadi nilai tambah. Ia memandang organisasi ini bisa menjadi jembatan aspirasi antara pelaku usaha dan pembuat kebijakan. Rekam jejak dan tantangan nyata di lapangan dapat dikonversikan menjadi masukan berharga dalam merumuskan regulasi yang pro-bisnis dan pro-UMKM.
Untuk mengeksekusi visi besar tersebut, agenda terdekat yang disiapkan di antaranya talk show bisnis, seminar edukatif, pelatihan teknis, serta kolaborasi erat bersama BPD HIPMI Sulut guna memperluas akses pasar dan investasi.
Ekspansi organisasi pun tidak hanya akan berpusat di Manado. Hillary menegaskan komitmennya untuk merangkul potensi perempuan di 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
“Kami masih membuka open recruitment karena kepengurusan belum full team. Kami ingin menjaring perempuan-perempuan hebat dari berbagai daerah untuk bersama-sama memajukan perekonomian Sulawesi Utara,” pungkasnya.
Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi ekosistem wirausaha perempuan di Sulawesi Utara. Dengan nakhoda baru yang visioner, enerjik, dan melekat dengan generasi muda, Womenpreneur HIPMI Sulut siap mengawal pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.







