Serap Aspirasi di Minsel dan Mitra, Pricylia Rondo Bawa Solusi Nyata Lewat Reses

SULUT, TS – Pricylia Elviera Rondo, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, baru saja menuntaskan rangkaian agenda reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara. Dengan mengunjungi sederet desa strategis, legislator dari PDI Perjuangan yang akrab disapa Peron ini turun langsung ke tengah masyarakat. Langkah ini diambil demi memastikan keluhan dan harapan warga di tingkat akar rumput benar-benar didengar dan siap dikawal di meja legislatif.

​Rangkaian reses yang menyisir Desa Kinalawiran, Sondaken, Molinow, hingga Radey tersebut sukses menjadi wadah dialog terbuka. Masyarakat pun memanfaatkan momentum ini untuk mengutarakan berbagai kebutuhan mendesak di wilayah mereka.

​Infrastruktur Masih Jadi Keluhan Utama

​Sektor infrastruktur menjadi salah satu poin yang paling banyak disorot warga. Kondisi akses jalan yang dinilai kurang memadai dianggap menjadi batu sandungan bagi perputaran ekonomi lokal. Oleh karena itu, masyarakat mendesak adanya perbaikan jalan perkebunan, pengaspalan jalan desa, serta pelebaran jalur utama demi memperlancar konektivitas antarwilayah.

​Tak hanya soal jalan, warga juga mengharapkan adanya pembangunan jembatan penyeberangan, pembenahan sistem drainase untuk mengantisipasi banjir, hingga penyediaan fasilitas trotoar demi menjamin keselamatan pejalan kaki.

​Dorong Ketahanan Pangan dan Modernisasi Pertanian

​Duduk di Komisi II DPRD Sulut yang membidangi sektor ekonomi dan keuangan, Pricylia menerima banyak rapor merah dan masukan terkait dunia pertanian.

​Para petani lokal mengusulkan adanya bantuan bibit unggul untuk komoditas jagung, padi, dan kelapa, di samping jaminan ketersediaan pupuk kimia maupun organik. Selain itu, pemenuhan kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern—seperti hand tractor, mesin perontok padi, dan pompa air—dinilai sudah sangat mendesak.

​Warga juga berharap mendapatkan pelatihan teknis yang komprehensif, mulai dari manajemen masa tanam hingga pascapanen. Hal ini termasuk strategi jitu dalam mengendalikan hama serta penyakit tanaman, seperti serangan bakteri pada pohon kelapa dan durian yang kerap merugikan petani.

​Perhatian untuk Nelayan, UMKM, dan Isu Lingkungan

​Beralih ke sektor kelautan, para nelayan lokal mengeluhkan terbatasnya alat tangkap modern serta sulitnya mengakses BBM bersubsidi, yang selama ini mengikis produktivitas mereka saat melaut.

​Di sisi lain, geliat ekonomi warga melalui UMKM turut menjadi perhatian, terutama di titik-titik potensial seperti kawasan wisata Pantai Molinow. Di sini, masyarakat menaruh harapan besar pada adanya kucuran bantuan modal usaha serta program pendampingan yang berkelanjutan.

​Sementara untuk isu lingkungan, sebuah usulan inovatif datang dari warga yang menginginkan adanya pengadaan mesin penghancur plastik. Langkah ini dinilai efektif untuk mengatasi problem sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru lewat pengelolaan limbah.

​Sektor Kesehatan dan Transparansi Program Pemerintah

​Pada aspek kesehatan, masyarakat mendambakan adanya pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar secara berkala di desa mereka.

​Sementara itu, warga Desa Radey secara khusus menyelipkan aspirasi terkait pentingnya transparansi dalam distribusi bantuan sosial dari pemerintah. Mereka meminta sosialisasi yang lebih gamblang agar seluruh bantuan yang turun bisa tepat sasaran dan terbagi secara adil.

​Hadirkan Solusi Instan Berbasis Inovasi Lokal

​Istimewanya, agenda reses kali ini tidak sekadar menjadi ajang tampung keluhan. Pricylia langsung bergerak memberikan solusi konkret di lapangan dengan menyalurkan produk-produk inovatif hasil garapan Komunitas Kolom Mapalus Sulawesi Utara, organisasi yang dipimpinnya sendiri.

​Bantuan yang diserahkan meliputi pupuk organik cair untuk menggenjot hasil panen, bio nutrisi ternak untuk menyokong peternakan skala rumah tangga, hingga cairan biodekomposer demi menjaga sanitasi lingkungan desa. Formula ini diapresiasi sebagai aksi pemberdayaan nyata yang langsung menjawab problem mendasar masyarakat.

​Komitmen Mengawal Mandat Rakyat

​Mengakhiri seluruh rangkaian resesnya, Pricylia menegaskan bahwa setiap poin yang disampaikan warga akan menjadi catatan penting yang siap diperjuangkan di tingkat provinsi.

​“Aspirasi ini bukan sekadar catatan, tetapi mandat. Dengan semangat Mapalus, kami akan terus mendorong sinergi antara kebutuhan masyarakat dan inovasi demi kesejahteraan berkelanjutan,” tegasnya.

​Kini, masyarakat Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara menaruh harapan besar agar deretan usulan tersebut bisa segera dieksekusi demi kemajuan daerah mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed