SULUT, TS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar media Gathering Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara tahun 2024.
Kegiatan ini dibarengi dengan pelaksanaan Festival Anggaran dan sosialisasi Pilkada 2024 yang sedianya telah dilakukan sejak 3 hari kebelakang.
Dalam kesempatannya, Komisioner KPU Sulut Awaluddin Umbola menyebutkan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan menunjukan kepada semua pihak bahwa KPU Sulut siap secara terbuka menyelenggarakan Pilkada 2024.
“Kami secara terbuka memberikan informasi kepada publik, berkaitan dengan anggaran yang ada. Di Masing-masing stand (stand KPU kabupaten/kota), walaupun masih ada satu dua kabupaten/kota yang masih terkendala berkaitan dengan anggaran, tetapi mereka secara terbuka memberikan informasi kepada publik kaitannya dengan anggaran yang akan mereka gunakan pada pelaksanaan Pilkada nanti,” Jelas Umbola dalam kegiatan yang digelar di Lapangan Basket Kawasan Mega Mas Manado, Rabu (1/5-2024).
Umbola menambahkan bahwa meskipun tahapan Pemilu 2024 masih sementara bergulir dengan agenda tahapan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) namun demikian KPU juga sudah sementara dengan tahapan awal pelaksanaan Pilkada tahun 2024.
“Saat ini sementara melaksanakan perekrutan badan adhock anggota PPK. Selanjutnya diwaktu yang tidak terlalu lama juga akan dilanjutkan dengan perekrutan PPS,” Lanjut Umbolah sembari menegaskan bahwa KPU sedang mempersipkan pelaksanaan Pilkada ini dengan sebaik mungkin juga dengan prinsip transparansi tahapannya.
Sementara itu, sebagai Narasumber kegiatan, Ferry Liando mengapresiasi KPU dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Apalagi menurutnya bahwa KPU juga turut serta melibatkan media dalam tahapan-tahapan Pilkada ini.
“Tidak bisa lagi dibantah bahwa kontribusi media terhadap perkembangan demokrasi terutama dalam rangka menjaga kualitas Pemilu sangat penting,” Ujarnya mengapresiasi sembari menegaskan ini merupakan bekal KPU menjaga proses Pilkada ini berjalan dengan baik.
Lebih lanjut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unsrat ini menambahkan bahwa tantangan Pilkada di Sulut kedepan agak lain. Pilkada untuk pertama kalinya dilaksanakan ditahun yang sama dengan Pemilu.
“Ini tantangannya sangat berat terutama bagi penyelenggara. Kemungkinan besar akan ada tahapan-tahapan Pemilu yang belum selesai sementara tahapan Pilkada sudah berjalan,” Terangnya sambil menyebut bahwa ini bukan perkara yang mudah bagi penyelenggara dalam hal ini KPU.
Sementara, lanjut Liando bahwa tantangan yang lain dari Pilkada saat ini adalah bagaiamana tidak ada revisi Undang-Undang atau aturan. Dirinya menyebut bahwa ditahun kemarin, ada beberapan point yang disesuaikan terkait dengan Undang-Undang maupun Regulasi.
“Ketika ini tidak direvisi, paling tidak ‘penyakit-penyakit’ kemarin itu akan muncul kembali. Banyak persoalan-persoalan yang kita alami kemarin karena memang berangkat dari Undang-Undang yang bermasalah,” Tegasnya.
“Belum lagi penanganan-penanganan pelanggaran dengan waktu yang terbatas. Pilkada waktunya pendek, nah ini tantangan-tantangan,” Tambahnya dalam materi.
Sementara itu, Ketua KPID Sulut Reidi Sumual menjelaskan terkait dengan pelaksanaan Pilkada Tahun 2024. Berkaca dari Pilpres 2024, ada beberapa catatan yang harus ditindak-lanjuti oleh KPU Sulut sebagai pelaksana. Lebih rinci, Sumual menitik beratkan pada pelaksanaan salah satu tahapan yaitu Debat Calon.
“Hal ini penting karena menginggat ini akan menjadi fokus masyarakat nantinya,” Ucapnya sembari menjelaskan kaidah-kaidah pengambilan angel paslon serta waktu dan siap yang akan menjadi panelis dan moderator debat.
Adapun, Lany Ointu mengharapkan semua pihak dapat bekerjasama dalam pelaksanaan Pilkada tahub 2024 mendatang.
“Termasuk didalamnya siapa yang akan menjadi badan adhock bisa mendaftarkan diri,” Ujarnya menutup sesi diskusi tahapan Pilkada Sulut tahun 2024 oleh KPU Sulawesi Utara. (Redaksi)







