Featured, ST –
Setiap bulan Desember sudah tidak asing lagi bagi kita untuk melihat dan bertemu langsung dengan Sinterklas. Yah, itu karena Sinterklas sudah menjadi tradisi bagi sekelompok orang ataupun pada umumnya umat Kristiani dalam perayaan kehangatan menyambut Natal.
Namun, taukah kita sejarah dari Sinterklas? Atau apakah kita hanya sekedar menjadikan Sinterklas sebagai ‘icon’ dari Desember maupun Natal? Tentunya mari bersama kita lihat apa dan siapa Sinterklas itu.
Dilansir dari Wikipedia, Sinterklas (dalam bahasa lain juga dikenal dengan nama Santa Klaus, Santo Nikolas, Santo Nick, Bapak Natal, Kris Kringle, Santy, Sinyokolas atau Santa) adalah tokoh dalam berbagai budaya yang menceritakan tentang seorang yang memberikan hadiah kepada anak-anak, khususnya pada Hari Natal.
Penggambaran modern sinterklas yang mendengarkan harapan Natal dari anak-anak.
Santa berasal dari tokoh dalam cerita rakyat di Eropa yang berasal dari tokoh Nikolas dari Myra, adalah orang Yunani kelahiran Asia Minor pada abad ketiga masehi di kota Patara (Lycia et Pamphylia), kota pelabuhan di Laut Mediterania, dan tinggal di Myra, Lycia (sekarang bagian dari Demre, Turki). Ia adalah anak tunggal dari keluarga Kristen yang berkecukupan bernama Epiphanius (Ἐπιφάνιος) dan Johanna (Ἰωάννα) atau Theophanes (Θεοφάνης) dan Nonna (Νόννα) menurut versi lain. Nikolas adalah seorang uskup yang memberikan hadiah kepada orang-orang miskin.
Tokoh Santa kemudian menjadi bagian penting dari tradisi Natal di dunia barat dan juga di Amerika Latin, Jepang dan bagian lain di Asia Timur.
Hari Sinterklas dirayakan di seluruh dunia setiap tanggal 6 Desember.
Dari data yang dilansir dari Wikipedia tersebut, kita bisa melihat bahwa Sinterklas merupakan seorang tokoh cerita rakyat yang mempunyai kisah yang menginspirasi.
Dari sini kita bisa paham bahwa ‘icon’ Desember ataupun Natal ini merupakan sebuah cerita yang semestinya harus terus hidup dalam kehidupan kita. Bukan siapa Sinterklas itu, tapi bagaimana ia bisa menjadi berkat bagi banyak orang.
So, jangan jadikan Sinterklas hanya sebuah ‘icon’ semata. Jadikan Sinterklas sebagai teladan dah hidup apalagi dalam menyambut Natal di bulan Desember.
Penulis berharap, artikel singkat ini bisa bermanfaat bagi kita dalam memaknai arti Sinterklas, Natal dan hidup pada umumnya. (Redaksi)







