Tulisan Menyentuh MJP untuk Sosok Pejuang “Tuama Minahasa” Alm. Fanny Legoh

Sulut, TS –
Kabar dukacita kembali terdengar dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara. Sosok pemberi inspirasi, yang dituakan serta penyambung lidah rakyat telah kembali kepada pangkuan Sang Pencipta.

Fanny H.B Legoh, anggota DPRD Sulut itu sekarang telah meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Juga meninggalkan istri anak dan keluarganya.

Anggota DPRD dari dapil Minahasa Tomohon itu telah kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Siang tadi, sekitar pukul 11:30 WITA diumumkan secara resmi oleh pihak Sekretariat DPRD melalui pesan whatsapp.

Dari hasil catatan redaksi, Fanny Legoh adalah salah satu dari sekian banyak anggota DPRD yang sangat berjuang untuk melestarikan budaya dan adat Minahasa. Seperti salah satu yang boleh terungkap bahwa Fanny Legoh merupakan anggota DPRD yang memperjuangkan desain Bandara Sam Ratulangi diberi nuansa budaya.
Baginya, budaya harus terus dilestarikan. Serta masih banyak lagi kerja-kerjanya sebagai penyambung lidah masyarakat.

Kepergiannya pun memberi duka yang mendalam bagi segenap Pimpinan dan anggota DPRD. Tak terkecuali bagi anggota DPRD Melky Jakhin Pangemanan (MJP). Dalam pesan whatsaap MJP menulis sebuah tulisan yang menyentuh untuk mengenang seorang Fanny Legoh yang dianggap sebagai sosok pejuang “tuama Minahasa”. Berikut catatan MJP :

Banyak masukan, motivasi dan nasehat dari beliau kepada saya sejak masuk di DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Tidak sekedar narasi, namun pemikiran dan motivasi yang disampaikan, telah dimanifestasikan lebih dulu lewat tindakannya sebagai wakil rakyat. Kebersamaan sewaktu kami berada di Komisi IV tidak akan pernah terlupakan.

Kesan saya, beliau orang baik, berkualitas, berani dan memiliki semangat ke-minahasaan yang kuat. Baginya hidup harus bisa menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Dalam hubungan tugas sebagai wakil rakyat, selayaknya berjuang sungguh-sungguh bagi kepentingan daerah, bangsa dan masyarakat.

Pernah beberapa kali kami berbeda pendapat, namun kebijaksanaan dan kematangan beliau mampu membuat suasana tetap cair dan bersahabat.

Paling saya ingat ketika saya meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mengurangi anggaran pelaksanaan pemilihan Nyong-Noni Sulawesi Utara. Ketika itu beliau tidak setuju dan malah mengusulkan untuk menaikkan anggaran tersebut, tentu dengan berbagai pertimbangan kami masing-masing.

Perbedaan pendapat bagi kami merupakan suatu dinamika biasa dalam berorganisasi untuk memperkaya pilihan sikap organisasi dan mendorong kemajuan di lembaga legislatif. Kami tidak bermusuhan dan terpecah, malah beliau merangkul dan terus mendorong saya untuk konsisten dalam garis perjuangan untuk kepentingan rakyat Sulawesi Utara.

Diberbagai kesempatan saya sampai merasa “malu” terus mendapatkan apresiasi dari beliau. Saya sangat salut dengan sosok yang saya sapa “senior” om Fanny Legoh.

Satu hal yang tidak bisa saya lupakan adalah “ole-ole” dari beliau berupa Pakaian Adat Minahasa. Beliau yang mengantar dan menyerahkan langsung Pakaian Adat Minahasa kepada saya di Tuur Ma’asering Tomohon pada 29 Januari tahun 2021.

Pada Rapat Paripurna DPRD dalam rangka HUT ke-31 Kota Bitung tanggal 11 Oktober 2021, saya dengan bangga mengenakan pakaian adat Minahasa yang beliau beri.

Senior om Fanny merupakan sosok pejuang “Tuama Minahasa” yang konsisten mengembangkan dan melestarikan nilai adat dan budaya Minahasa.

Ada satu hal yang dititipkan dan terus diingatkan oleh beliau kepada saya. “Jang lupa beking tu Perda Kebudayaan”.

Pada Program Pembentukan Peraturan Daerah (PROMPEMPERDA) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2023, salah satu yang telah ditetapkan untuk dibahas adalah Ranperda tentang Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Ini perjuanganmu senior om Fanny Legoh, semoga kami dapat menuntaskannya ! Beristirahatlah dalam damai Kristus.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”. (2 Timotius 4:7).

Tuhan Yesus sumber penghiburan sejati akan menghibur dan menguatkan keluarga yang berdukacita. (Falen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *