MINAHASA,TS-Proyek Pekerjaan pembangunan gorong-gorong yang menggunakan beton cetakan ukuran besar di Perempatan Boulevard Tondano boleh dibilang “ Proyek Siluman”. Pasalnya, proyek yang diperkirakan menelan anggaran miliaran rupiah tersebut, dilokasi pekerjaan sama sekali tidak memakai papan pengumuman proyek. Sabtu (16/9/2023).
Karena tidak memiliki indentitas, masyarakat pengguna jalan maupun warga sekitar mempertanyakan proyek itu, apakah milik pemerintah atau swasta. Warga setempet menduga proyek itu tidak memiliki indentitas bisa jadi bertujuan untuk mengelabui agar permainan penyimpangan kualitas pekerjaan dan kontraktor pelaksana tidak diketahui oleh masyarakat.
Jika proyek itu, dibangun oleh Pemerintah Provinsi, seharusnya pengawas proyek menegur kontraktor pelaksana, karena pemasangan papan pengumuman proyek di lokasi pengerjaan wajib dilakukan, sesuai dengan prinsif transparansi anggaran. Hal ini mengacu pada Undang-undang keterbukaan informasi Publik (KIP) No: 14, tahun 2018.

Selain UU KIP, aturan lain yang mempertegas tentang transparansi pelaksanaan kegiatan proyek pemerintah juga ada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan kedua atas perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Tak hanya itu, pentingnya ada papan pengumuman proyek dilapangan, selain masyarakat bisa memantau pelaksanaan proyek tersebut, juga bisa diketahui berapa besar anggarannya, nama perusahaan yang mengerjakan, jadwal pengerjaan, sumber anggaran maupun instansi pemilik kegiatan itu, apakah dari pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Sebab transparansi anggaran sudah menjadi keharusan dilaksanakan pemerintah dalam menjalankan program kerjanya.
Dimulai sejak awal sampai akhir sebuah kegiatan proyek yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan tender, sampai pelaksanaan proyek. Namun pihak kontraktor pelaksana maupun pengawas dari instansi yang berwenang terhadap kegiatan proyek “ Siluman” itu tampak mengabaikan semua ketentuan dan peraturan Pemerintah tersebut.
Pantauan media TrandingSulut.Com di lokasi proyek Gorong-gorong perempatan Boulevard Tondano, tampak hingga kini proyek pembangunan gorong-gorong tersebut masih dalam proses pengerjaan. Di lokasi proyek terlihat sejumlah pekerja maupun unit alat berat seperti Mesin Pengeras jalan aspal yang sementara pengerjaan.
Hingga berita ini di tayangkan, kontraktor maupun instansi yang berwenang terhadap kegiatan proyek itu belum berhasil di konfirmasi, karena proyek itu sama sekali tidak memiliki indentitas proyek sebagaimana umumnya pelaksanaan proyek. Sedangkan, sejumlah pekerja yang ditemui media ini dilapangan semua tutup mulut dan mengaku tidak mengetahui.(M.K)







