Alkohol jadi Penyebab Tindak Kriminal, MUI Sulut Angkat Bicara

SULUT, TS – Minuman Keras (Alkohol) menjadi salah satu penyebab maraknya tindak kriminal di Sulawesi Utara. Hal ini pun mendapat respon dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara.

Ketua MUI Sulut, Drs. H. Abdul Wahad Abd Gafur dikutip dari Podium Utama menegaskan bahwa persoalan ini memang harus dipikirkan secara matang. Karena disatu sisi para pengusaha alkohol atau petani captikus di sulawesi utara menyekolahkan anak-anak mereka lewat usaha ini.

Tapi, kalau juga dibiarkan akan menjadi pemicu terjadinya tindak kejahatan.

“Jadi intinya, bagaimana aturan itu bisa mengimbangi dari dua hal ini,” Katanya.

“Jadi alkohol itu bisa berjalan, tapi bagaimana pengawasan dan perizinan dari pemerintah. Kalau menghapus salah satunya memang sulit,” Tambahnya.

Adapun, mewakili MUI Sulut, Abdul Gafur mengharapkan kepada masyarakat untuk penggunaan alkohol sesuai dengan porsi dan tempatnya.

“Ada banyak orang yang mengkonsumsi alkohol hanya sekedar saja, tapi banyak juga anak muda yang meminumnya sampai mabuk,” Katanya.

Jadi menurutnya peranan aturan nanti adalah tentang penyalahgunaan konsumsi alkohol. Bagi siapa yang konsumsi alkoholnya sudah berlebihan atau disalahgunakan harus ditindak tegas.

Berikutnya tentang pengawasan, dirinya mencontohkan ada salah satu kampung di Minahasa Selatan, mereka sekampung itu penjual captikus tapi anak-anak disana tidak diperbolehkan minum apalagi mabuk. Jika mereka mabuk akan diberikan sanksi.

“MUI menghimbau kepada masyarakat khususnya kaum muslimin untuk jangan menyalahgunakan alkohol dan meminta pihak terkait untuk melakukan pengawasan seperti patroli. Kalau kedapatan jangan hanya dilakukan pembinaan tapi harus langsung ditindak tegas,” tukasnya.

Sementara itu, secara terpisah saat dikonfirmasi ke Kepala Balai Besar POM Manado Agus Yudi Prayudana menyebutkan bahwa Minuman Keras atau Alkohol sangat berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Alkohol bisa merusak sistem tubuh baik kesehatan mental ataupun kesehatan tubuh.

Alkohol menurutnya berpotensi memberikan efek mabuk bagi peminumnya. Itupun dapat kemudian menyebabkan potensi kejahatan.

“Misalnya karena mabuk kemudian tidak sadar mencelakai orang, menusuk orang, jadi begal atau melakukan perampokan,” Ujarnya saat diwawancarai.

Adapun dari segi kesehatan, konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang tinggi dan dilakukan secara terus menerus berpotensi merusak fungsi hati (liver). Dari Liver nantinya berpotensi menyebar ke ginjal.

“Makanya tidak jarang bagi pemabuk itu yang sudah bertahun-tahun minum minuman keras dalam jumlah yang banyak hatinya terganggu, ginjalnya rusak fan kemudian cuci darah,” Tambahnya sambil juga menabahkan bahwa lambung juga bisa terkena karena alkohol bersifat azam yang jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong. (Falen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *