Manado, TS – Badan Pemantau Pemilu Gerakan Pemuda Marhaenis (DANTAU GPM) menggelar diskusi terkait kepemiluan dengan tajuk Ngopi Bareng “Ngobrol Pemilu” yang dilaksanakan di Manado, Sabtu (7/1-2023).
Sebagai lembaga yang telah terakreditasi nasional sebagai pemantau pemilu, Direktur DANTAU GPM Christian Nelson Pangkey mengungkap bahwa kegiatan seperti ini digagas untuk bersama-sama satu tujuan mensukseskan pemilu serentak 2024 mendatang.
“Masih banyak hal yang harus diseriusi, mulai dari tahapan-tahapan yang sementara dilaksanakan oleh KPU maupun Bawaslu, maupun juga persiapan-persiapan peserta pemilu serentak saat ini yang beriringan dengan pemilihan Kepala Daerah Tahun yang sama, November 2024. Ini harus kita diskusikan supaya pemilu 2024 bisa sukses dan terlebih tingkat Kerawanan Pemilu Sulut yang masuk di angka 3 besar dapat kita antisipasi dengan program-program yang terencana Solutif dan mengedepankan Silaturahmi antar penyelenggara Pemilu dengan Stakeholder terkait, seperti Ormas, pegiat pemilu, termasuk aparatur keamanan kepolisian, dll secara intens dalam bentuk forum Kebersamaan seperti saat ini, dan kami dari Pemantau Pemilu akan mendorong kegiatan seperti ini intens dilakukan serta telah mendorong adanya media pengaduan nasional bila terjadi permasalahan dilapangan, jangan nnti pada saat mendekati hari pemilu baru mempertanyakan terkait hak memilih dan surat suara ybs, terlebih profesionalitas penyelenggara pemilu sangat di harapkan dan menjadi penentu dalam suksesnya pemilu berkualitas kedepannya,” Ucap mantan ketua Panwaslu Manado ini.
Terlepas dari itu, Pangkey menyebut bahwa rilis dari Bawaslu RI terkait dengan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) harus menjadi urgensi penyelenggara pemilu di tingkat Provinsi maupun Kabupaten Kota.
Seperti Sulawesi Utara yang menjadi peringkat skor kedua setelah DKI Jakarta terkait dengan IKP tersebut.
“Ini mengharuskan penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu peduli dan segera merespon terhadap isu isu yang dapat merusak pesta Demokrasi tahun 2024 mendatang,” Imbuhnya.
Lebih lanjut, Pangkey menegaskan bahwa sebagai lembaga pemantau pemilu, DANTAU GPM akan terus mengawasi Pemilu 2024 mendatang agar terciptanya pesta Demokrasi yang benar-benar sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kami akan awasi. DANTAU GPM siap untuk melaporkan setiap kecurangan Pemilu, termasuk Kode Etik Penyelenggara Pemilu” Tegasnya.
Sementara itu, ketua DANTAU GPM Sulut Brilian Maengko menyebut bahwa pihaknya akan membuka laporan aduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan pelanggaran pemilu.
“DANTAU GPM akan mengawasi tahapan demi tahapan,” Ucapnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut ketua KPU Sulut Meidy Tinangon, Komisioner Bawaslu Sulut Donny Rumagit, Kepala Badan Kesbangpol Sulut Ferry Sangian serta pegiat kepemiluan dan anggota DANTAU GPM.
(Redaksi)







