TS, BITUNG – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Cindy Wurangian, kembali turun ke lapangan untuk menemui konstituennya. Langkah ini dilakukan dalam rangka agenda reses masa persidangan I tahun 2026 yang dipusatkan di Kecamatan Girian, Kota Bitung.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang 28 hingga 31 Maret 2026 tersebut menjadi momentum krusial bagi masyarakat setempat untuk menyuarakan langsung keluhan, kebutuhan, dan harapan mereka kepada wakil rakyat.
Fokus Penguatan Ekonomi dan Sektor Produktif
Melalui dialog yang berjalan interaktif dan terbuka, warga Kecamatan Girian menyampaikan berbagai usulan yang mencakup multi-sektor, mulai dari aspek perekonomian, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.
Di sektor ekonomi, masyarakat sangat berharap adanya kucuran bantuan untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Beberapa jenis usaha yang dinilai potensial antara lain:
- Usaha tata boga dan katering
- Pertukangan dan menjahit
- Penyewaan tenda
Bukan hanya bantuan kelompok, warga juga mengusulkan adanya stimulus berupa peralatan kerja untuk usaha perorangan. Dukungan ini dianggap vital demi memicu kemandirian ekonomi sekaligus mendongkrak pendapatan rumah tangga warga.
Selain itu, geliat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan juga tak luput dari perhatian. Warga mengajukan permohonan bantuan berupa bibit ternak, mesin jagung, hingga alat tangkap modern untuk nelayan seperti mesin tempel, perahu, coolbox, bagan tangkap, dan katinting.
Aspirasi Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur
Pada sektor formal, dunia pendidikan menjadi salah satu poin yang disoroti. Warga mengharapkan program beasiswa untuk jenjang S1 dan S2, serta bantuan bagi pelajar tingkat SMP dan SMA. Pembenahan fasilitas sekolah, khususnya di SMK Pelita Bahari, juga didorong agar segera terealisasi.
Sementara di bidang kesehatan, masyarakat memanfaatkan momen ini untuk mengeluhkan kualitas layanan BPJS Kesehatan yang dinilai belum prima, terutama menyangkut ketersediaan obat-obatan dan birokrasi rawat inap. Kebutuhan sarana penunjang seperti bantuan kursi roda dan kacamata gratis pun turut diusulkan.
Mengenai infrastruktur, warga Girian mendesak adanya perbaikan jalan permukiman, pengadaan jalan paving, serta pemasangan lampu penerangan jalan demi aspek keamanan. Di samping itu, pembangunan tanggul penahan longsor di area rawan bencana menjadi prioritas mendesak demi keselamatan warga.
Beberapa usulan lain yang ikut mencuat di antaranya:
- Program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
- Bantuan mesin pangkas rumput
- Dukungan anggaran untuk kegiatan kepemudaan dan olahraga
Komitmen Mengawal Suara Rakyat
Merespons gelombang aspirasi tersebut, Cindy Wurangian yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulut, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme dan partisipasi aktif warga.
Ia memastikan bahwa seluruh poin yang telah disampaikan akan diinventarisir dengan baik untuk kemudian diperjuangkan secara maksimal di tingkat provinsi.
“Saya berterima kasih kepada seluruh warga Girian yang telah menyampaikan aspirasi. Semua masukan ini akan kami teruskan dan perjuangkan melalui lembaga legislatif,” ujar Personil Komisi IV DPRD Sulut.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bitung-Minahasa Utara ini menambahkan bahwa reses bukanlah sekadar formalitas atau agenda rutin belaka. Baginya, kegiatan ini adalah instrumen penting untuk memastikan kebijakan pembangunan daerah ke depan benar-benar berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat di tingkat bawah.







