Siswa-siswi di Minut Diduga Keracunan Makanan MBG, Pemprov Turun Tangan

Minahasa Utara, TS – Peristiwa mengejutkan terjadi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) pada Kamis (27/11/2025), ketika puluhan siswa SMP Negeri 2 Airmadidi diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 46 siswa dilaporkan terdampak dan harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, yaitu Rumah Sakit Tonsea dan RS Lembean, untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Selain para siswa, tiga orang guru di sekolah tersebut juga ikut menjadi korban.

Merespon dugaan insiden keracunan massal ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) langsung bergerak cepat. Atas instruksi langsung dari Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, Wakil Gubernur Victor Mailangkay bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera turun ke lokasi kejadian.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau situasi di SMP Negeri 2 Airmadidi dan memastikan penanganan terbaik bagi para korban. Wagub Victor Mailangkay, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program MBG Sulut, turut mengunjungi para siswa yang dirawat di rumah sakit.

Di lokasi sekolah, Victor Mailangkay melakukan pengecekan langsung ke dapur tempat penyediaan layanan MBG. Inspeksi ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi sumber masalah dan mengevaluasi standar kebersihan serta proses penyiapan makanan.

Wagub Victor Mailangkay menegaskan tanggung jawab penuhnya terhadap keberlangsungan dan keamanan program MBG. Ia langsung berdialog dengan para siswa korban di rumah sakit untuk menanyakan kondisi dan keluhan mereka.

“Melihat mereka, saya teringat bahwa setiap program, sekecil apapun, selalu bersentuhan langsung dengan kehidupan anak-anak. Semua pihak perlu merasakan keamanan dan penerimaan,” ujar Victor Mailangkay.
Ia lantas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan risiko.

Terinformasi, Kepala Sekolah SMP N 2 Airmadidi, Agnes Mantiri, membenarkan kejadian tersebut dan merincikan jumlah korban. Total 46 murid sekolahnya menjadi korban, dengan 41 siswa menjalani perawatan di RS Tonsea dan lima siswa di RS Lembean.

“Tiga guru juga menjadi korban, dengan dua guru dirawat di RS Lembean dan satu guru di RS Tonsea,” tambah Mantiri. (Falen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *