Ekonomi Sulut Melesat di Era YSK-Victory: PDRB Tembus Rp204 Triliun dan Kemiskinan Terendah dalam 5 Tahun

SULUT, TS – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) semakin mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif ekonomi di wilayah Indonesia Timur. Di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay, SH, MH, “Bumi Nyiur Melambai” mencatatkan lompatan prestasi signifikan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data terbaru dalam publikasi “Sulawesi Utara Dalam Angka 2026”, sektor strategis mulai dari nilai ekspor hingga angka kesejahteraan masyarakat menunjukkan tren positif yang melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi Sulut di era kepemimpinan YSK-Victory menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Tercatat, total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku berhasil menyentuh angka Rp204,75 Triliun.

Beberapa indikator kunci yang menyokong capaian ini antara lain:

  • Laju Pertumbuhan: Ekonomi Sulut tetap kokoh di angka 5,66%.
  • PDRB per Kapita: Rata-rata nilai ekonomi per orang meningkat tajam menjadi Rp75,24 juta per tahun, naik signifikan dari angka Rp69,35 juta pada tahun 2024.

Tidak hanya jago kandang, produk asal Sulawesi Utara terbukti semakin kompetitif di pasar internasional. Nilai ekspor barang sepanjang tahun 2025 sukses menembus angka US$ 1.236,40 juta. Angka ini merepresentasikan kenaikan fantastis sebesar 48,31% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tiga komoditas yang menjadi primadona ekspor Sulut meliputi:

  1. Lemak & Minyak Hewani/Nabati: Mencapai US$ 873,79 juta.
  2. Ikan, Krustasea, dan Moluska: Mencapai US$ 95,79 juta.
  3. Olahan Daging dan Ikan: Mencapai US$ 69,87 juta.

Negara-negara seperti Tiongkok, Belanda, dan Filipina menjadi tujuan utama, yang sekaligus menegaskan kepercayaan pasar global terhadap kualitas produk dari tanah Sulawesi Utara.

Prestasi yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat adalah keberhasilan pemerintah dalam menekan angka kemiskinan. Per September 2025, jumlah penduduk miskin di Sulut tercatat sebanyak 172,13 ribu orang.

Angka ini merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir, menyusut sekitar 1,71 ribu orang jika dibandingkan dengan data Maret 2025. Penurunan konsisten ini menjadi bukti nyata bahwa kue pembangunan ekonomi di Sulut mulai terdistribusi secara lebih merata.

Menanggapi capaian ini, Gubernur Yulius Selvanus menekankan bahwa indikator makro tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Baginya, setiap angka penurunan kemiskinan adalah gambaran nyata dari masyarakat yang kini memiliki taraf hidup yang lebih baik.

Melalui visi “Sulut Makin Keren, Makin Maju”, Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ini. Sinergi antara penguatan struktur ekonomi daerah dan program kesejahteraan sosial akan tetap menjadi prioritas utama demi kemajuan seluruh warga Sulawesi Utara. (Advetorial/Falen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *