SULUT, TS – Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) secara langsung turun ke daerah pemilihan (Dapil) Nusa Utara (Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud). Ini merupakan agenda DPRD Sulut dalam rangka masa reses satu tahun 2025.
Di dapil Nusa Utara tersebut, anggota DPRD Sulut yang turun antara lain Ketua DPRD dr. Fransiscus Andi Silangen, S.Pb., KBD, (Fraksi PDI Perjuangan/Partai PDI Perjuangan), Normans Luntungan (Fraksi PDI Perjuangan/Partai Perindo), Vionita Kuerah (Fraksi Partai Golkar/Partai Golkar), Tonni Supit (Fraksi PDI Perjuangan/Partai PDI Perjuangan) Ronald Sampel (Fraksi Partai Demokrat/Partai Demokrat).
Dari informasi yang dirangkum, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, dr. Fransiscus Andy Silangen, melaksanakan reses di Kabupaten Kepulauan Talaud, tepatnya di Desa Bulude, Kecamatan Essang. Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat setempat serta meninjau persiapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan dilaksanakan di wilayah tersebut.
Silangen menegaskan bahwa PSU merupakan bagian dari proses demokrasi yang wajar apabila terjadi perselisihan hasil pemilu dan dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Segala sesuatu ada mekanismenya. Jika terjadi perselisihan, maka keputusan MK harus dihormati dan dijalankan oleh masyarakat,” ujarnya.
Silangen juga menjelaskan bahwa PSU di Kabupaten Kepulauan Talaud hanya akan berlangsung di Kecamatan Essang. Dengan cakupan yang terbatas ini, ia optimistis bahwa Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Talaud dapat melaksanakan PSU dengan baik dan lancar.
“PSU ini adalah bagian dari pesta demokrasi, dan saya yakin dapat berlangsung dengan damai serta sesuai dengan keputusan lembaga yang kredibel,” kata Silangen.
Adapun masyarakat di Desa itu menyampaikan sejumlah aspirasi termasuk ada perhatian dari pemerintah pusat seperti Balai Jalan terkait jembatan penghubung dari Desa Essang Ke Desa Lalue yang merupakan jalan nasional.
Ada juga aspirasi terkait talud penahan pantai di Desa Essang. Pembangunan irigasi lumbung beras di Laluhe Mandak, masyarakat minta untuk ditindaklanjuti.
Terpenting ketersediaan Air Bersih, Air Bor di Dessa Essang serta kurangnya ketersediaan obat di rumah sakit Talaud.
Selanjutnya, masyarakat juga berharap pemerintah provinsi agar memberikan bantuan bagi para nelayan, mengingat itu merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat. Terakhir, masyarakat menyampaikan pembuatan Kantin penjual kue untuk usaha mikro.
Sementara itu, reses dari Anggota Dewan Propinsi Sulut Dapil Nusa Utara Normans Luntungan di Kampung Balirangen, di kelurahan Kenang Masili, Kecamatan Siau Timur Selatan Kabupaten Siau Tagulandang Biaro masyarakat berharap kesejahteraan sosial dapat lebih diperhatikan.
Khusus untuk komoditas unggulan Pala, masyarakat berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk memperhatikan harga jual. Khususnya untuk eksport ke luar negeri.
Adapun, Norman langsung menanggapi terkait Pala ini. Pemerintah menurutnya tidak akan membiarkan harga pala turun. Namun menurutnya petani juga harus memperhatikan kualitas.
“Agar supaya harga pala meningkat, torang juga harus menjaga kualitas pala,” Ujarnya.
Secara khusus, masyarakat berharap ada bantuan bagi para nelayan. Tak hanya itu, masyarakat juga secara khusus berharap sektor pariwisata dan kesehatan juga mendapat perhatian dari pemerintah.
Terkait infrastruktur, masyarakat berharap dapat difasilitasi jalan baik pembuatan jalan baru ataupun perbaikan jalan yang sudah mulai rusak. Terlebih, untuk bencana longsor yang terjadi di beberapa wilayah di daerah tersebut. Ini pun langsung direspon dengan langsung mengunjungi lokasi tanah longsor.
Sementara itu, anggota DPRD lainnya yakni Ronald Sampel, Vionita Kuerah dan Toni Supit yang turun lokasi reses juga mendapat aspirasi yang tak jauh berbeda. Ketiganya disodorkan dengan aspirasi soal infrastruktur, bantuan pekerjaan, pertanian dan nelayan. Serta pendidikan dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
Dalam reses tersebut, masing-masing anggota DPRD didampingi oleh staf sekretariat yang membantu untuk mencatat semua aspirasi masyarakat untuk nantinya dilaporkan untuk ditindaklanjuti. (Advetorial)















